Jumat, 27 April 2012

Jangan Bekerja Untuk Uang


Di dalam buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki bercerita bahwa pada saat kecil ia pernah bekerja sebagai karyawan di toko yang dimiliki oleh ayah kaya. Ia bekerja di sana dengan gaji yang sangat minim. Saking minimnya, ayah miskin yang merupakan ayah kandungnya menyuruh Kiyosaki untuk menuntut kenaikan upah. Kiyosaki pun menuruti nasihat ayah kandungnya dan melakukan protes kepada ayah kaya. Menerima protes dari Kiyosaki, ayah kaya kemudian menjelaskan bahwa ia sedang mengajarkan kepadanya sebuah prinsip yang dimiliki oleh orang-orang kaya.
Prinsip tersebut adalah orang miskin bekerja untuk uang, sedangkan orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka. Mungkin kata kaya dan miskin terlalu kasar. Kita ganti saja dengan orang biasa dan orang sukses. Orang biasa memilih untuk bermain aman dan tinggal di dalam zona nyamannya. Itulah sebabnya mereka memilih untuk menjadi karyawan yang pekerjaannya jelas dan gajinya jelas. Sedangkan orang sukses berani mengambil risiko dengan meninggalkan zona nyamannya. Mereka mau mengorbankan waktu, uang dan tenaganya untuk membangun sebuah bisnis yang belum tentu memberikan keuntungan.
Salah satu hukum kehidupan adalah semakin besar risikonya, semakin besar hadiahnya. Orang-orang sukses adalah mereka yang berani mengambil risiko besar untuk ditukarkan dengan hadiah yang besar. Sedangkan orang-orang biasa hanya mau melakukan hal yang biasa-biasa saja. Sehingga hadiah yang mereka dapatkan adalah hadiah yang biasa-biasa saja. Orang sukses juga pernah terjatuh dan terpuruk. Namun mereka menganggap kejatuhan dan keterpurukan itu sebagai uang kuliah. Dari kejatuhan kita belajar untuk bangkit, dari keterpurukan kita mengetahui bahwa tujuan kita sudah dekat.
Sebenarnya orang sukses adalah orang yang sangat malas. Saking malasnya, yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana caranya agar segala sesuatu dapat berjalan tanpa kehadiran mereka. Untuk itu mereka membuat sebuah sistem bisnis yang dapat berjalan dengan sendirinya. Bisnis ini akan terus menerus bekerja dan menghasilkan uang bagi mereka, meskipun ia sedang berlibur bersama orang-orang yang dicintainya.
Ingatlah bahwa orang biasa bekerja demi uang, sedangkan orang sukses membuat uang bekerja untuk mereka. Bagaimana menurut Anda?

Wujudkanlah Impianmu Sekarang!


Seberapa besar impian yang Anda miliki? Apakah Anda ingin menjadi pengusaha sukses? Atau ingin menjadi menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua? Tidak peduli impian itu kecil atau besar, seringkali impian hanya tinggallah impian. Mengapa mewujudkan impian itu sangat susah untuk diwujudkan? Karena kita kurang jelas dalam memaknai impian tersebut dan kita tidak tahu harus mulai dari mana.
Stephen R. Covey mengatakan, begin with the end in mind. Mulailah dengan membayangkan secara spesifik seperti apa hasil yang Anda inginkan. Bila Anda ingin menjadi pengusaha sukses, mulailah dengan membayangkan Anda ingin berbisnis apa, sebesar apa kantor/pabrik yang Anda inginkan, berapa banyak karyawan yang Anda pekerjakan dan berapa banyak omzet yang ingin Anda peroleh. Apabila Anda ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, mulailah dengan membayangkan seperti apa lekuk-lekuk senyum bahagia yang terlukis di wajah kedua orang tua Anda.
Setelah Anda berhasil membayangkannya, jangan berhenti di sana. Persamaan antara orang sukses dan orang malas adalah kedua-duanya memiliki mimpi yang indah. Hanya saja orang sukses bangun dari mimpinya dan mulai mewujudkan impiannya. Sedangkan orang malas bangun karena digigit nyamuk, lalu tidur lagi.
Ketika Anda sudah berhasil membayangkan impian Anda secara spesifik, mulailah mewujudkan impian tersebut. Berhentilah mengeluh tidak punya modal atau kurang pengalaman. Anda bisa mulai dengan hal-hal yang sederhana, seperti membuat kartu nama yang mencantumkan jabatan Anda sebagai direktur dan membagi-bagikan kartu nama tersebut sambil berkata “saya mau mendirikan pabrik televisi.”
Dengan cara seperti itu, Anda sedang memberitahukan kepada dunia apa impian Anda. Dengan demikian dunia akan mengetahui impian Anda dan membantu Anda untuk mewujudkannya. Kelihatannya gila? Memang seperti itulah batas antara impian dan kenyataan. Namun terus perkatakan impian Anda hingga orang lain bosan mendengarnya dan berkata “Kamu ingin punya pabrik televisi? Nih, ada lowongan menjadi direktur di pabrik televisi.” Atau orang yang lain akan berkata “Ayo kita kerjasama untuk mendirikan pabrik televisi.”
Mulai sekarang, milikilah impian yang jelas dan mulailah mewujudkan impian tersebut dengan hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan.

4 Perilaku yang Dimiliki Oleh Orang Sukses


Ada empat hal yang menyebabkan seseorang selalu beruntung, yaitu leverage, urgency, connection dan knowledge. Keempat hal tersebut dapat disarikan menjadi attitude atau perilaku.
Perilaku seseorang sangat mempengaruhi kesuksesannya. Ada 4 perilaku yang dimiliki oleh sukses, yaitu:
1. Inisiatif
2. Selalu bertumbuh
3. Berprasangka baik
4. Mengubah kelemahan menjadi kekuatan
Inisiatif
Orang sukses selalu memiliki inisiatif. Ketika orang lain sedang mengeluh mereka memilih untuk mencari jalan penyelesaian terhadap masalah yang dihadapinya. Ketika orang lain sedang berpangku tangan, mereka berinisiatif untuk menciptakan hal-hal yang bermanfaat.
Selalu bertumbuh
Orang sukses memiliki hasrat untuk selalu bertumbuh. Mereka bosan dengan hal yang itu-itu saja. Orang sukses selalu bertumbuh baik dalam hal karir, emosional, spiritual maupu relationship. Kalau dulu hanya manajer, sekarang menjadi direktur. Kalau dulu gampang marah, sekarang lebih sabar. Kalau dulu beribadah hanya pada hari besar agamanya, sekarang setiap minggu. Kalau dulu berlibur bersama keluarga setahun sekali, sekarang berlibur bersama keluarga sebulan sekali.
Berprasangka baik
Orang sukses selalu berprasangka baik dalam dosis yang tepat. Mereka tidak mudah berprasangka buruk, namun selalu berhati-hati. Orang-orang sukses selalu menharapkan yang terbaik. Oleh karena itu mereka selalu mendapatkan hasil yang terbaik.
Mengubah kelemahan menjadi kekuatan
Setiap orang tentu pernah mengalami kejadian pahit di dalam hidupnya, tak terkecuali orang sukses. Orang sukses juga memiliki kelemahan dan ketakutan. Namun mereka mampu mengubah semua itu menjadi kesuksesan. Ingatlah bahwa motivasi terbesar di dalam hidup ini adalah ketakutan. Takut miskin, takut ditinggalkan pasangan, takut tidak mampu membahagiakan orang tua.
Sudah siapkah Anda menjadi orang sukses? Mulai dari sekarang tanamkan dan kembangkanlah perilaku orang sukses di dalam diri Anda.